CEO Google: Kecerdasan Buatan Butuh Diregulasi

CEO Google Kecerdasan Buatan Butuh Diregulasi

Apakah kecerdasan buatan harus dibuatkan regulasinya? Jika bertanya kepada Google dan perusahaan induknya yakni Alphabet, jawabannya adalah iya.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh CEO Google sekaligus Alphabet yakni Sundar Pichai yang dikutip Mashable, disebut bahwa teknologi baru selalu memiliki risiko.

Meski demikian, Pichai tetap menyebut bahwa AI adalah teknologi terbaru yang paling menjanjikan. Namun kecerobohan penggunaan sebuah teknologi adalah hal yang banyak tertulis dalam sejarah.

“Sejarah penuh dengan contoh bagaimana kebajikan teknologi itu tak terjamin,” tulisnya.

“Internet memungkinkan kita untuk terhubung dengan siapa saja dan mendapatkan informasi dari mana saja, namun juga memudahkan penyebaran informasi yang salah,” tambahnya.

Ia juga memberi sorotan pada banyak regional yang sudah mulai menyusun proposal untuk meregulasi AI. Sang CEO menyatakan bahwa kesadaran mengetahui pentingnya regulasi adalah hal yang terpenting.

“Uni Eropa dan AS sudah mulai mengembangkan proposal pengaturan (regulasi AI). Penjajaran internasional adalah hal yang sangat penting untuk membuat standar global berfungsi. Untuk sampai di sana, kita perlu sepakat soal nilai-nilai inti (dari AI),” tulisnya.

Google sendiri adalah pihak yang berada di garis depan soal penelitian AI, di mana mereka mengambil banyak area kunci.

Berbagai hal mulai sistem AI di ramalan cuaca lokal, hingga AI untuk memeriksa adanya sel kanker payudara, telah diteliti Google.

Hal semacam ini telah diserukan oleh CEO Tesla dan SpaceX, yakni Elon Musk. Ia menyebut pada 2017 lalu, bahwa “AI adalah risiko mendasar bagi keberadaan peradaban manusia.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *